Pernah mengalami hal ini? Bagi kalian yang tinggal di kota-kota besar seprti Jakarta, Bandung, Surabaya, dll pasti tidak mengalaminya. Tapi hal ini lumrah terjadi pada saudara-saudara kita di daerah. Terutama daerah yang hanya bisa mendapatkan siaran TV dengan menggunakan parabola. Daerah asal saya misalnya, Flores. Setiap kali ada siaran bola liga-liga top Eropa, yang bisa mereka saksikan hanyalah layar berwarna biru sepanjang 2x 45 menit. Ahay... Kasihan sekali ya, pemirsa. Kenapa hal ini bisa terjadi? Tanyakan saja pada rumput yang bergoyang reggae. Hahaha... Banyak yang berasumsi bahwa para produsen parabola tertentu sengaja mengacak-ngacak frekuensi siaran dari stasiun televisi yang sedang menyiarkan pertandingan sepakbola live . Tujuannya tentu saja agar mendongkrak penjualan parabola beserta reciever mereka. Well guys, you are totally wrong . Seperti yang kita ketahui, setiap liga di Benua Biru sana akan menjual hak siarnya kepada stasiun-stasiun TV. Biasanya ...
Baiklah, setelah sekian lama, akhirnya saya memutuskan turun gunung dan kembali lagi ke rimba per-blog-an. Posting kali ini masih soal tempat-tempat keren di kampung halaman saya, Pulau Adonara - Flores Timur. Tempat keren yang fotonya pada nempel di bawah ini adalah sebuah pulau pasir. Yah, pulau pasir. Pulau yang isinya pasir tok. Tak ada yang lain, tak ada pohon, batu, tanah, apalagi warteg, bioskop, panti pijat plus-plus, TAK ADA!!! Pulau pasir yang saya kunjungi ini menurut warga sekitar diberi nama Nuha Watan Peni. Letaknya di sebelah timur pulau Adonara. Akses menuju ke sana tidaklah susah-susah amat. Pertama-tama, anda pergilah ke Pulau Adonara. Setelah itu, tanyakan arah menuju ke Kecamatan Witihama. Setelah sampai di Witihama, tanyakan lagi jalan ke Pelabuhan Waiwuring atau Meko. Nah dari Pelabuhan Waiwuring atau Meko ini kalian bisa menyewa kapal selam kapal nelayan atau perahu yang akan mengantar kalian ke pulau pasir tadi. T...
Beberapa minggu lalu diselengarakan kompetisi futsal antar organda asal NTT di Jakarta. Dengan meminjam lapangan futsal milik salah satu sekolahan Katolik, jadilah para pemuda NTT di sini unjuk kebolehan dan ketidakbolehan mereka dalam mengolah si kulit bundar. Bagi orang-orang yang tinggal di sekitar komplek sekolahan mungkin suasananya agak mencekam. Bayangkan saja orang-orang berkulit keriting dan berambut gelap (eh... kebalik) yang begitu banyak berkumpumpul di satu tempat. Apakah ada sengketa lahan, pemirsa? Hahaha... Biarlah mereka berkata apa, yang penting katong bahagia aangg ... Kalau lagi ada event seperti ini, saya pasti tidak akan ketinggalan. Selain hunting foto, tentu saja hunting cewek masuk dalam agenda saya. Hahahaha... Saat mata saya sedang asyik jelalatan lewat viewfinder kamera, tiba-tiba ada yang menepuk bahu saya. Kalau dari tepukannya yang halus sepertinya tangan cewek. Saat menoleh, sesosok gadis berkulit putih dengan rambut sebahu yang telah direbondi...
itu siapa?
BalasHapus