Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dapat Di Jalan

BBM (Balada Buah Mangga)

Gambar
Penghujung October. Beberapa puluh jam lagi udah masuk bulan November (ya iyalah, masa langsung January). Harusnya akhir tahun begini di kampung udah hujan. Jagung udah ditanam dan biasanya saat December kami udah bisa nikmatin jagung muda, yang dibakar, direbus, disate, diopor, oseng-oseng, dan lain sebagaimana selera yang bersangkutan. Selain jagung, akhir tahun juga musimnya mangga. Tapi sayangnya, karna panas yang gak ketulungan, buahnya besar dikit langsung jatuh berguguran. Kalian nyuruh siram pake air ledeng?  Kalian pikir kita di sini gak kepikiran sampe di situ? Di kampung gue udah berbulan-bulan air gak keluar. Tanya kenapa? Janganlah, ribet jawabnya. Dan akhirnya karna didorong oleh perikemanggaan yang luhur, gue melancarkan aksi solo run guna menyelamatkan buah mangga yang tergantung di pohonnya. Setiap kegiatan gue di rumah yang berhubungan sama air, gue lakukan di bawah pohon mangga depan rumah. Setiap kali minum air, gue minumnya setengah gelas aja, sete...

"Kaka, kaka, Canon Be do..."

Beberapa minggu lalu diselengarakan kompetisi futsal antar organda asal NTT di Jakarta. Dengan meminjam lapangan futsal milik salah satu sekolahan Katolik, jadilah para pemuda NTT di sini unjuk kebolehan dan ketidakbolehan mereka dalam mengolah si kulit bundar. Bagi orang-orang yang tinggal di sekitar komplek sekolahan mungkin suasananya agak mencekam. Bayangkan saja orang-orang berkulit keriting dan berambut gelap (eh... kebalik) yang begitu banyak berkumpumpul di satu tempat. Apakah ada sengketa lahan, pemirsa? Hahaha... Biarlah mereka berkata apa, yang penting katong bahagia aangg ... Kalau lagi ada event seperti ini, saya pasti tidak akan ketinggalan. Selain hunting foto, tentu saja hunting cewek masuk dalam agenda saya. Hahahaha... Saat mata saya sedang asyik jelalatan lewat viewfinder kamera, tiba-tiba ada yang menepuk bahu saya. Kalau dari tepukannya yang halus sepertinya tangan cewek. Saat menoleh, sesosok gadis berkulit putih dengan rambut sebahu yang telah direbondi...

Ikat, masukin kardus lalu kirim.

Gambar
Suatu waktu gue main ke rumah sepupu. Sepupu gue ini udah berkeluarga. Dia nikah muda (sengaja gue tulis biar gue gak kelihatan tua). Istrinya orang Jawa. Mereka punya 2 anak yang masih kecil-kecil. Yang sulung cowok, kalo gak salah sekitar 6 tahun umurnya. Anak ke-2 cewek, masih bayi, umurnya belum setahun.

Jangan Salahkan Tuak

Gambar
(Sumber Foto:  ipunkngeloz3.blogspot.com) S eminggu belakangan di organisasi muda-mudi Adonara di Jakarta ini ramai membicarakan minuman yang satu ini, tuak. Rencananya, tuak akan ditiadakan dari segala kegiatan atau event yang diadakan organisasi kami. Kalau acara resmi okelah. Tapi kalau pesta? Orang Flores pesta tapi tidak ada tuak??? Ada yang kurang rasanya. Namun, esensi dari postingan kali ini bukanlah soal polemik yang terjadi dalam organisasi kami. Itu adalah masalah interen organisasi, jadi tak usahlah dibahas di sini. Biar kami nanti mencari jalan keluar sendiri. Dari perdebatan kami yang panjang lebar (dari duduk bersama sampai di grup FB) dan belum menemui kata sepakat ini, ada sebuah argumen yang dilontarkan seorang teman saya, yang kebetulan menentang keputusan peniadaan tuak ini: Dengan tuak, orang akan lebih mudah bergaul. Lebih cepat akrab, lebih berani joget. Mental dari setiap orang berbeda, ada yang harus minum tuak dulu baru bisa joget. Biar t...

Krisis Jagung Titi

Gambar
Bibi saya lagi titi jagung Kata ibu-ibu (di Adonara) pada anak gadisnya: "Jika ingin kawin dengan pria Adonara, kamu harus bisa titi jagung. Paling tidak seperti buatan ibunya."

Emansipasi 'Gagal'

Adonara, Musim liburan semester genap, kisaran Juni hingga September. Penuntut ilmu nun jauh dari kampung halaman berbondong-bondong pulang. Inilah bulan-bulan teramai sepanjang tahun, selain tentu saja liburan natal dan tahun baru. Dan karna bertepatan dengan musim kemarau, maka pesta-pesta adat juga biasanya dilangsungkan pada bulan-bulan ini juga.

Nguping (Sepenggal Kisah Di Warung Pecel)

Gambar
Coution: Jika anda bukan orang Timur, mungkin akan kesulitan untuk memahami.   Jam 22:15, tiba-tiba perut lapar. Sa berangkatlah ke warung pecel ayam depan kontrakan. Setelah selesai pesan, sambil tunggu masnya goreng ayam, sa ‘bunuh’ waktu (keren e istilahnya) dengan main hape. Tiba-tiba lagi, muncul cewek dua orang duduk di seberang meja. Dong dua seksi (wuuuiihh…), baju press (ehm), celana botol, kulit hitam manis, rambut ‘bonding’ (cieee…), bicara lantang bahasa Indonesia logat InTim. Rakat sudah ni. Hahahaha.. Jadilah kami bertiga pelanggan larut malam di warung itu. Sa sambil main hape, sambil curi-curi dengar (curi pandang juga) tu nona dua pu pembicaraan. Sebenarnya bukan curi sih, karna dong dua bicara keras sekali jadi hitungannya mereka yang kasi sa dengar. Hahaha… Ternyata, topik pembicaraannya adalah…jeng…jeng…jeng… LAKI-LAKI. Jadi ternyata, dong dua ni lagi saling pamer dong pu pacar. Sa dengar dari jauh nona yang satu ni dia pu pacar...